• SMA NEGERI 1 CIHAURBEUTI
  • BEAUTY SCHOOL IS MINE

MENGUBAH PERSEPSI NEGATIF SISWA TERHADAP GURU BK

OLEH: ASTRI KOMALADEWI, S.Pd.

Pada dasarnya Bimbingan dan konseling adalah usaha pemberian bantuan yang diberikan oleh Konselor atau lebih dikenal dengan nama Guru BK apabila di lingkungan sekolah baik dalam setting individu maupun kelompok agar siswa bisa menghadapi permasalahan yang dialami secara berkala dan sistematis serta agar siswa dapat mencapai perkembangan yang optimal dengan keputusan matang yang dipilihnya.

Bimbingan dan konseling berfungsi sebagai pemberi layanan kepada peserta didik agar masing-masing peserta didik dapat berkembang optimal menjadi pribadi utuh dan mandiri. Proses pelaksanaan layanan BK di sekolah dilakukan oleh konselor sekolah atau dikenal dengan Guru BK.

Berdasarkan pengertian dan fungsi tersebut dapat dimaknai bahwa essensi layanan BK adalah layanan yang diberikan oleh Guru BK dapat membuat peserta didik dengan nyaman untuk bisa berbagi cerita dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan yang berhubungan dengan perkembangan yang sedang dijalani peserta didik agar optimal. Siswa dapat memanfaatkan layanan BK di sekolah dengan sebaik-baiknya.

Namun, pada kenyataannya masih banyak peserta didik memiliki persepsi negatif  terhadap layanan BK yang dilakukan Guru BK di sekolah. Siswa masih menganggap Guru BK adalah polisi sekolah, merasa takut ketika harus berurusan dengan BK, BK adalah tempat menghakimi dan menghukum siswa, dan ketakutan-ketakutan lain yang dirasakan oleh siswa.

Menurut Rizki (2019:2) “Banyak peserta didik yang mempunyai persepsi negatif terhadap guru BK. Beberapa peserta didik merasa takut dengan guru BK. Sikap tegas guru BK dianggap sebagai sikap yang galak. Saat mereka dipanggil ke ruang BK, mereka merasa cemas, gugup, bahkan terkadang merasa kesal serta beranggapan jika mereka dipanggil oleh guru BK tandanya mereka sedang mempunyai masalah”.

Hal senada diperkuat oleh Ramadhana (2020, 4-5) bahwa saat ini dilapangan masih ada image negatif yang menganggap guru BK itu sebagai polisi sekolah dan hanya mengatasi siswa yang bermasalah saja, dan tidak mengetahui apa fungsi dan tugas guru BK yang sebenarnya disekolah. Banyak peserta didik yang mempunyai persepsi negatif terhadap guru BK. Beberapa peserta didik merasa takut dengan guru BK. Sikap tegas guru BK dianggap sebagai sikap yang galak. Saat mereka dipanggil ke ruang BK, mereka merasa cemas, gugup, bahkan terkadang merasa kesal serta beranggapan jika mereka dipanggil oleh guru BK tandanya mereka sedang mempunyai masalah.

Hal tersebut menunjukan bahwa siswa belum mengetahui tugas dan fungsi BK di sekolah. Beberapa faktor penyebabnya seperti Guru BK yang tidak ada jam ke kelas, kurang efektifnya Guru BK dalam memberikan layanan, kurangnya tenaga ahli BK, dan juga persepsi pendidik lain yang menganggap BK hanya untuk siswa bermasalah sehingga menanamkan kepada siswa bahwa apabila ada siswa yang melanggar aturan akan dibawa ke BK. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah karena salah satu fungsi BK adalah layanan responsif untuk membantu siswa yang memiliki perilaku tidak adaptif menjadi lebih adaptif. Namun, disamping itu perlu ditanamkan bahwa siswa bermasalah yang dipanggil Guru BK bukan untuk dihakimi dan disalahkan, tapi untuk diajak diskusi bersama dan menemukan solusi secara bersama-sama terkait masalah yang dialami siswa.

Maka, adalah kewajiban bersama baik kepala sekolah, Guru BK, Guru Mata Pekajaran, wali kelas, tenaga pendidik, dan masyarakat sekolah, untuk mengubah persepsi negatif siswa terhadap Guru BK di sekolah sehingga siswa menjadi dekat dengan Guru BK dan dapat mengandalkan Guru BK sebagai tempat siswa berkeluh kesah dan mencari solusi bersama-sama. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Selalu memberikan pemahaman bahwa BK adalah sahabat siswa dan juga penjelasan pengertian, tugas, dan fungsi BK ketika melakukan layanan informasi di kelas, ketika melakukan layanan responsif dan perencanaan individual di Ruang BK.
  2. Memberikan pemahaman bahwa BK untuk membantu perkembangan siswa melalui media inovasi seperti media sosial instagram , tiktok, youtube, dan media seperti poster  yang dipasang di papan informasi BK, leaflet, modul, dan sebagainya.
  3. Dapat memberikan pemahaman bahwa BK itu bukan Polisi sekolah namun tempat bercerita siswa seperti ketika  Guru BK menjadi pemateri dalam suatu kegiatan siswa contohnya Pengenalan Lingkungan Sekolah, dan juga dalam  pemberian amanat dalam Upacara di hari senin.
  4. Selalu menampilkan sosok Guru BK yang ramah, penuh dengan Sikap hangat, penerimaan tanpa syarat kepada siswa, dan penuh empati dan tidak menakutkan.
  5. Selalu bekerjasama dengan pihak sekolah seperti kepala sekolah, wakasek, Guru Mata Pelajaran, dan wali kelas untuk  keberlangsungan BK yang humanis.
  6. Selalu siap untuk siswa yang membutuhkan informasi baik di Sekolah maupun ketika di luar jam kerja dengan selalu merespon  siswa melalui komunikasi misalnya melalui whatssapp.

Siswa diharapkan lambat laun dapat mengubah persepsi negatif terhadap Guru BK dengan Langkah-langkah yang dapat dilakukan tersebut,  sehingga Peserpsi  siswa terhadap Guru BK sebagai Polisi berubah menjadi Persepsi  siswa terhadap Guru BK sebagai sahabat siswa.

2 Komentar

Tapi sayang masih banyak kepala sekolah dan guru lain belum mengetahui fungsi dan tugas Guru BK, jika ada siswa bermasalah dalam melanggar peraturan sekolah pasti ujung-ujungnya guru BK juga yang harus bertanggung jawab dan bisa disalahkan. Fokus guru BK seolah-olah harus terus memantau dan mengatasi peserta didik dengan layanan responsif saja dan menghiraukan layanan dasarnya.

Sangat baik penjelasan nya sehingga saya dapat memahami dengan baik ,kata perkata pun efektif tidak betbelit-belit????

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS TPACK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN INFORMATIKA DI SMA NEGERI 1 CIHAURBEUTI

Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.KomNIM : 2398013749PENDAHULUAN Pembelajaran pada abad 21 mengintegrasikan berbagai perangkat teknologi dalam melakukan seluruh rangkaian proses interak

13/03/2023 08:05 - Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.kom - Dilihat 396 kali
Laporan Best Practice

Model Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Deret Aritmetika Untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Peserta Didik Kelas XI Mipa 2 di SMAN 1 CihaurbeutiOleh : Samratul F

18/02/2023 11:45 - Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.kom - Dilihat 2550 kali
Etika Remaja Di Era Milenial

Oleh. Yanti Susilawati, S.Pd.   Baik buruknya etika pemuda zaman sekarang sangat menentukan arah generasi bangsa Indonesia, karena tongkat estapet kepemimpinan bangsa ini terleta

11/07/2022 10:25 - Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.kom - Dilihat 7303 kali
MATEMATIKA ADALAH BAGIAN DARI KEHIDUPAN KITA

Oleh : Samratul Fuadah, S.Pd.   Kekurangan atau ketiadaan motivasi, yang bersifat internal maupun eksternal dapat berakibat kurang bersemangatnya siswa dalam mempelajari materi-m

13/06/2022 09:54 - Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.kom - Dilihat 2840 kali
WASPADA INVESTASI BODONG

Oleh : Lelis Yuli Indrayanti, S.Pd.   Investasi adalah aktivitas penanaman uang atau modal (aset berharga) untuk tujuan memperoleh keuntungan. Pihak atau orang yang melakukan inv

30/05/2022 10:01 - Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.kom - Dilihat 668 kali
CARA CERDAS MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI

Oleh : Lelis Yuli Indrayanti, S.Pd.   Seiring dengan bertambahnya usia, mengharuskan kita untuk pintar dalam hal mengelola keuangan, lebih mendahulukan apa yang menjadi kebutuhan

17/01/2022 13:00 - Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.kom - Dilihat 450 kali
PEMBELAJARAN MUSIK ANGKLUNG MELALUI METODE HAND SIGN KODALY PADA SISWA SMA

Oleh: Agung Arusyamsi, S.Pd Guru Seni Budaya SMAN 1 Cihaurbeuti Kecamatan Cihaurbeuti   Seni adalah sisi yang nyaris tak pernah lepas dari kehidupan manusia. Di dalam konteks k

18/10/2021 10:09 - Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.kom - Dilihat 19041 kali
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) DI MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI STRATEGI KOMPLEMENTER PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TEMATIK TERINTEGRASI BERBASIS SCIENCE TECHNOLOGY ENGINEERING ART MATHEMATICS (STEAM)

Oleh: Ilham Aziz Sultoni, S.Pd Guru Pendidikan Jasmani SMAN 1 Cihaurbeuti Kecamatan Cihaurbeuti   Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada sektor pendidikan

16/09/2021 14:49 - Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.kom - Dilihat 4048 kali
Kelompok Jurusan IPS

KELAS X IPS 1 Grup Wa : https://chat.whatsapp.com/CeRQrQfvP5D6Q3IUgh1L4vWali Kelas : Lucky Aditya Putra, S.Pd 1 ABDUL JABAR SAFARUDIN L 202110001 0066874118 2 AGUS SETIAWAN L 20211

24/07/2021 10:25 - Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.kom - Dilihat 2884 kali
Kelompok Jurusan MIPA

KELAS X MIPA 1 Grup Wa : https://chat.whatsapp.com/LGjtErdi1qW3vP7gMXiqIWWali Kelas : Euis Dewi Sartika, S.Pd.I 1 ADE MAYA KURNIA P 202110002 0053428286 2 ADINDA PUTRI DEWI P 20211

24/07/2021 10:16 - Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.kom - Dilihat 3988 kali
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECANDUAN GAME ONLINE PADA REMAJA

OLEH: ASTRI KOMALADEWI, S.Pd. Kemajuan teknologi yang canggih saat ini mengakibatkan perubahan dalam hampir semua segi kehidupan. Salah satunya adalah dalam permainan yang dilakukan ol

10/01/2021 09:17 - Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.kom - Dilihat 12501 kali
Informasi PPDB SMA Negeri 1 Cihaurbeuri Tahun Pelajaran 2020/2021

07/05/2020 05:09 - Oleh - Dilihat 2170 kali