Etika Remaja Di Era Milenial
Oleh. Yanti Susilawati, S.Pd.
Baik buruknya etika pemuda zaman sekarang sangat menentukan arah generasi bangsa Indonesia, karena tongkat estapet kepemimpinan bangsa ini terletak pada generasi muda. Jika etika dan moral pemuda-pemudi zaman sekarang rusak maka itu sangat berpengaruh pada bangsa dan generasi selanjutnya. Untuk membangun negeri ini diperlukan generasi yang berintelektual tinggi dan beretika moral yang baik, sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan keagamaan.
Sopan santun merupakan salah satu nilai yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, sayangnya saat ini terjadi penurunan sikap sopan santun di kalangan siswa, khususnya di lingkungan sekolah. Sikap yang semakin kasar dan tidak menghargai orang lain tersebut tentu akan berdampak negatif, baik bagi siswa itu sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi hal ini.
Menurunnya sikap sopan santun siswa di sekolah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah pengaruh media sosial, pergaulan bebas, dan keluarga yang kurang memberikan teladan yang baik. Media sosial yang membanjiri informasi yang tidak selalu positif dapat memengaruhi pola pikir siswa. Pergaulan bebas yang dianggap sebagai gaya hidup modern yang keren juga dapat mempengaruhi perilaku siswa, sehingga mereka menjadi lebih agresif dan kurang menghargai orang lain. Selain itu, pola asuh keluarga yang kurang memberikan pendidikan dan teladan yang baik, juga berkontribusi pada menurunnya sikap sopan santun siswa.
Dampak dari menurunnya sikap sopan santun siswa di sekolah sangat merugikan, baik untuk siswa itu sendiri, maupun orang lain dan lingkungan sekitar. Bagi siswa, sikap kasar dan tidak sopan akan membuatnya kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Sikap tersebut juga akan membuat siswa kesulitan dalam menjalin hubungan yang baik dengan teman sebaya, guru, dan orang tua.
Bagi lingkungan sekolah, menurunnya sikap sopan santun siswa akan berdampak pada kerusakan lingkungan sekolah, seperti vandalisme, merusak fasilitas sekolah, dan perilaku menyimpang lainnya. Hal ini tentu akan membuat lingkungan sekolah tidak kondusif, dan membuat proses belajar mengajar terganggu.
Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan sikap sopan santun siswa. Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan karakter siswa. Guru harus memberikan pendidikan yang baik dan memberikan contoh teladan tentang sikap sopan santun kepada siswa. Orang tua juga harus memberikan pendidikan dan teladan yang baik tentang sopan santun sejak dini.
Selain itu, di sekolah dapat dilakukan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan sikap sopan santun siswa, seperti pembentukan kelompok relawan untuk mengatasi masalah lingkungan sekolah, kegiatan sosial, dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat membantu siswa memahami dan menghargai orang lain. Hal ini dapat membantu siswa untuk memahami pentingnya sikap sopan santun dan juga membantu meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab sosial siswa.
Dalam rangka meningkatkan sikap sopan santun siswa di sekolah, dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, seperti guru, orang tua, dan lingkungan sekolah.
Dalam dunia pendidikan, nilai sopan santun sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan membantu siswa berkembang secara holistik. Oleh karena itu, sekolah harus memperkuat budaya sopan santun, menjalin komunikasi yang baik, menerapkan sanksi yang jelas, dan mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan sopan santun. Dengan cara ini, siswa dapat memperoleh pengalaman yang positif dan membangun sikap sopan santun yang kuat untuk kehidupan.
1 Komentar
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS TPACK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN INFORMATIKA DI SMA NEGERI 1 CIHAURBEUTI
Oleh Dani Fajar Romdhoni, S.KomNIM : 2398013749PENDAHULUAN Pembelajaran pada abad 21 mengintegrasikan berbagai perangkat teknologi dalam melakukan seluruh rangkaian proses interak
Laporan Best Practice
Model Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Deret Aritmetika Untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Peserta Didik Kelas XI Mipa 2 di SMAN 1 CihaurbeutiOleh : Samratul F
MATEMATIKA ADALAH BAGIAN DARI KEHIDUPAN KITA
Oleh : Samratul Fuadah, S.Pd. Kekurangan atau ketiadaan motivasi, yang bersifat internal maupun eksternal dapat berakibat kurang bersemangatnya siswa dalam mempelajari materi-m
WASPADA INVESTASI BODONG
Oleh : Lelis Yuli Indrayanti, S.Pd. Investasi adalah aktivitas penanaman uang atau modal (aset berharga) untuk tujuan memperoleh keuntungan. Pihak atau orang yang melakukan inv
CARA CERDAS MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI
Oleh : Lelis Yuli Indrayanti, S.Pd. Seiring dengan bertambahnya usia, mengharuskan kita untuk pintar dalam hal mengelola keuangan, lebih mendahulukan apa yang menjadi kebutuhan
PEMBELAJARAN MUSIK ANGKLUNG MELALUI METODE HAND SIGN KODALY PADA SISWA SMA
Oleh: Agung Arusyamsi, S.Pd Guru Seni Budaya SMAN 1 Cihaurbeuti Kecamatan Cihaurbeuti Seni adalah sisi yang nyaris tak pernah lepas dari kehidupan manusia. Di dalam konteks k
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) DI MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI STRATEGI KOMPLEMENTER PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TEMATIK TERINTEGRASI BERBASIS SCIENCE TECHNOLOGY ENGINEERING ART MATHEMATICS (STEAM)
Oleh: Ilham Aziz Sultoni, S.Pd Guru Pendidikan Jasmani SMAN 1 Cihaurbeuti Kecamatan Cihaurbeuti Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada sektor pendidikan
MENGUBAH PERSEPSI NEGATIF SISWA TERHADAP GURU BK
OLEH: ASTRI KOMALADEWI, S.Pd. Pada dasarnya Bimbingan dan konseling adalah usaha pemberian bantuan yang diberikan oleh Konselor atau lebih dikenal dengan nama Guru BK apabila di lingku
Kelompok Jurusan IPS
KELAS X IPS 1 Grup Wa : https://chat.whatsapp.com/CeRQrQfvP5D6Q3IUgh1L4vWali Kelas : Lucky Aditya Putra, S.Pd 1 ABDUL JABAR SAFARUDIN L 202110001 0066874118 2 AGUS SETIAWAN L 20211
Kelompok Jurusan MIPA
KELAS X MIPA 1 Grup Wa : https://chat.whatsapp.com/LGjtErdi1qW3vP7gMXiqIWWali Kelas : Euis Dewi Sartika, S.Pd.I 1 ADE MAYA KURNIA P 202110002 0053428286 2 ADINDA PUTRI DEWI P 20211
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECANDUAN GAME ONLINE PADA REMAJA
OLEH: ASTRI KOMALADEWI, S.Pd. Kemajuan teknologi yang canggih saat ini mengakibatkan perubahan dalam hampir semua segi kehidupan. Salah satunya adalah dalam permainan yang dilakukan ol
Anjai